Pelatihan Belajar Menulis PGRI

 Resume Pertemuan ke-22, Gelombang Ke-27

Hari/Tanggal            : Senin, 10 Oktober 2022

Tema                        : Menjadi Penulis Buku Mayor

Narasumber              : Joko Irawan Mumpuni

Moderator                : Sim Chung Wei, S.P.


Selamat malam

Assalamualaikum wr wb.

Shalom, salam sejahtera untuk kita semua

Om Swastyastu

Namo Buddhaya

Salam kebajikan

Sebelum mulai mari kita berdoa untuk kelancaran kelas malam ini, mari berdoa menurut agama dan keyakinan kita, berdoa disilakan, selesai. Sebelum mulai izinkan saya memperkenalkan diri, perkenalkan saya Sim Chung Wei di BM ini, bisa dipanggil Koko Sim, saat ini mengajar di SPK Saint Peter School, Jakarta Utara. Alumni BM Ke -26 (Mei-Juli 2022). Di pertemuan ke-22, ini saya akan menemani sahabat nusantara menimba ilmu di kelas menulis tanpa sekat dan batas, dengan judul" Menjadi Penulis Buku Mayor" semoga semangat menyala untuk terus berkarya. perkenalkan Nama Joko Irawan Mumpuni, direktur penerbitan, Penerbit Andi, dewan pertimbangan, IKAPI DIY, Penulis buku, bersertifikat BNSP. Asesor BSNP.

Pertemuan malam ini, akan dibagi menjadi 4 sesi

1. Pembukaan dan perkenalan

2. Pemaparan materi

3. Sesi tanya jawab

4. Penutup

Saya senang mlam hari ini bisa ketemu dengan teman-teman semua di gruo ini untuk belajar  bersama-sama bagaimana dapat membuat tulisan yang berguna bagi siapapun yang membacanya. Mari kita mulai dari tayangan slide pertama: penerbit adalah Industri kreatif yang didalamnya ada kolaborasi insan-insan kreatif: Penulis, Editor, Layouter. Ilustrator dan desain grafis. Ini adalah bagian dari industri kreatif penerbitan cetak, saat ini dan mendatang akan bertambah insan-insan kreatif bidang lain yang bergabung seriring dengan perkembangan dunia penerbitan yang kini sudah mengarah pada Publisher %>) yang memanfaatkan teknologi IT untuk menerbitkan karya -karya kreatif. Ada dua buku kategori bunku didunia adalah buku teks (buku-sekolah-kampus) dan buku non teks (buku-buku populer). Buku sekolah disebut buku pelajaran sedangkan kampus disebut buku perti (perguruan tinggi). Buku Nonteks dibagi dua lagi menjadi buku fiki dan nonfiksi. Sehingga grafisnya akan tergambar seperti ini; Buku perguruan tinggi dibagi dua lagi menjadi eksak dan Noneksak. Sedangkan buku non teks sering disebut juga buku populer. 

Ekosistem penerbitan disederhanakan-penulis-penerbit-penyalur-pembaca. Penghambat pertumbuhan industri penerbitan/literasi. 

•Minat baca:-budaya-kurangnya bahan bacaan-kualitas bacaan

•Minat tulis:-budaya tulis-tidak tahu prosedur menulis&penulisan-anggapan yang salah tentang dunia penulisan&penerbitan

•Apresiasi hak cipta:-pembajakan-duplikasi non legal-perangkat hukum.

Selanjutnya kita akan masuk bahasan bagaimana proses penerbitan mulai dari memasukan/mengirinkan naskah buku ke penerbit hingga buku terbit dan beredar. Proses penerbit yang baik:

•Memiliki visi dan misi yang jelas

•Memiliki bussines core lini produk tertentu

•Pengalaman penerbit

•Jaringan pemasaran

•Memiliki percetakan sendiri

•Keberanian mencetak jumlah eksemplar 

•Kejujuran dalam pembayaran royalti

Ciri-ciri penerbitan:

•Hanya bertindak sebagai broker naskah

•Alamat tidak jelas

•Tidak ada dokumen perjanjian penerbitan baik

•Tidak memiliki jaringan pemasaran dan distribusi sendiri

•Tidak memiliki percetakan sendiri

•Prosentase royalti tidak wajar

•Laporan keuangan tidak jelas

"Tahukah kau mengapa aku sayang kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari" Pram 06/02/2006. Apa yang penulis peroleh? 1. kepuasan 2. reputasi 3. karir 4. uang

Apa yang penulis peroleh?

•Peningkatan finansial- royalti-diskon pembelian langsung-seminar/mengajar

•Peningkatan karir-adanya kebutuhan peningkatan status jabatan- peluang karir di institusi atau perusahaan

•Kebutuhan batin- buku sebagai karya monumental yang akan dikenang sepanjang masa

•Reputasi-buku sebagai karya yang terpublikasi akan meningkatkan reputasi penulisnya

Sistem penilaian di penerbitan

-Editorial        :bobot+10%

-Peluang potensi pasar    : bobot+50%-100%

-Keilmuan                        : bobot + 30%

-Reputasi penulis            : bobot+10%

Naskah seperti apa yang diterbitkan?

-Tema tak populer                            -Tema populer

 Penulis populer                                  Penulis populer

-Tema tak populer                            -Tema populer

  Penulis tak populer                           Penulis tak populer

Salah satu data yang kami pakai adalah trend dari googke trend. Dan cara penerbit mengukur reputasi penulis? Dalam hal ini penerbit memakai data salah satunya dari google Scholer/Cendekia. Bagaimana cara menentukan jumlah cetak atau oplah, berikut ini  ada 4 kwardan:

Kwardan kategori naskah dasar penentuan oplah

  • Market sempit& lifcycle panjang
  • Market sempit&lifecycle pendek
  • Market lebar&lifecycle panjang
  • Market lebar&lifecycle pendek
  • Konsistensi gaya selingkung, penerbit dapat menetapkan lebih dari satu cara pengutipan dan penulisan daftar pustaka sesuai dengan lingkung bidang penerbitannya, misalnya standar. 
  • American languange association (ALA)
  • Michigan language association (MLA)
  • Chicago manual style( CMS)
  • American psychology association (APA)
  • Vancouver style
  • Harvard style
Gaya pengutipan dan penulisan daftar pustaka harus diterapkan secara konsisten untuk setiap terbitan. sebagai seorang penulis, sebenarnya anda termasuk penulis idealis atau industrialis ini ciri-ciri masing-masing kelompok:
Penulis berpikir idealis
  • Menulis tidak begitu memperhatikan kebutuhan pasar
  • Tidak begitu suka dengan campur tangan pihak lain
  • Imbalan finansial tidak begitu dipentingkan
  • Kesempurnaan sebuah karya lebih panjang dari pada produktifitas
Penulis berpikir industrialis
  • Menulis dengan sangat memperhatikan kebutuhan pasar
  • Terbuka dan lapang dada terhadap segala intervensi pihak lain
  • Imbalan finansial merupakan tujuan utama
  • Terkadang kesempurnaan karya tidak lebih panjang dari pada produktifitas
Penulis berpikir idealis-industrialis
  • Tetap memperhatikan kebutuhan pasar, namuntetap berani ambil sikap yang berbeda dengan kebanyakan penulis lain
  • Meskipun terbuka terhadap masukan orang lain, tetap mempunyai pendirian yang kokoh
  • Imbalan finansial memang penting, namuntetap memperhatikan kualitas
  • Keseimbangan antara kesempurnaan karya dan produktifitas
Kwadran kategori penulis pengaruh produktivitas dan kualitas
  • Tidak idealis( industrialis)
  • Idealis ( industrialis)
  • Tidak idealis ( tidak industrialias)
  • Idealis (tidak industrialis)
Level materi dan lebar pasar
  • Jumlah konsumen sedikit dan jumlah penulis juga sedikit (Advance)
  • Jumlah konsumen sedang/menengah dan jumlah penulis juga sedang/menengah( Intermediate)
  • Jumlah konsumen besar dan jumlah penulis juga besar (Beginer)
 kita sekarang akan segera memasuki era publisher 5.0 dan saat ini kita telah berada di era publisher 4.0.  Marketing 1.0, marketing 2.0, marketing 3.0, marketing 4.0. Seorang penulis adalah konten creator kreatif primer ysng oleh pihak lain bisa jadi ditransformasi menjadi produk kreatif turunan. Masuk penerbitan " Metaverse". 
"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di masyarakat dan dari sejarah (Rumah kaca,h.352-Pramoedya Ananta tour). Bilakau bukan anak raja, juga bukan anak ulama besar, maka menulislah (Alghazali). Kata Dilan, yang berat itu bukan rasa rindu, tetapi menulis buku. Biarlah aku sajan yang menanggungmu.Saya kembalikan ke opeerator. Akhirnya waktu saya kembalikan ke moderator.
Terima kasih untuk Pak Joko yang dengan luar biasa dan penuh semnaggat menyampaikan materi malam ini. Izinkan saya pmait, mohon maaf bila ada kesalahan dan ketidaknyamanan selama kelas malam ini. Terima kasih



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nonfiksi

Buku ISBN